SEMA PTKIN SE-INDONESIA WILAYAH SUMATERA: siap Kawal Permendikbudristek No.30 Tahun 2021

  • Bagikan

Jambi.Warta26-, Pengurus Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SEMA PTKIN) Se-Indonesia Wilayah Sumatera menggelar musyarawah kerja wilayah (MUSKERWIL) di IAIN Kerinci Jambi, 19/11/2021

Kegiatan Musyawarah ini di rangkai dengan pelantikan pengurus wilayah SEMA PTKIN Wilayah Sumatera yang di ketuai oleh saudara Firmansyah dan seminar nasional tentang Kepemimpinan, Gerakan Mahasiswa dan Moderasi Beragama.

Acara yang di gelar selama dua hari tersebut dihadiri oleh Pimpinan Daerah Kabupaten Kerinci, Pimpinan Daerah Kota Sungai Penuh, Pimpinan Birokrasi IAIN Kerinci, pengurus-pengurus SEMA dari seluruh PTKIN yang ada di pulau Sumatera, pengurus Pusat SEMA PTKIN Indonesia. Dan disambut baik oleh gubernur Jambi.

Gelaran musyawarah tersebut menghasilkan beberapa program kerja yang nantinya akan dijalankan oleh pengurus wilayah yang mana seluruh pengurus merupakan delegasi dari setiap PTKIN yang ada di sumatera selama satu tahun kedepan.

Bukan hanya hal tersebut salah satu pembahasan besar dalam musyawarah ini adalah kebijakan yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam lingkungan perguruan tinggi yaitu Permendikbudristek No.30 Tahun 2021.

Ketua SEMA PTKIN Firmansyah mengatakan bahawa aturan Permendikbudristek ini menuai polemik dimata publik, seyogyanya kebijakan ini adalah sangat baik, mulia dan saya haqqul yaqin dengan adanya kebijakan ini dapat mendongkrak kepercayaan korban kekerasan seksual untuk bicara ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.


“kita ketahui bersama bahwa kekerasan seksual marak terjadi di kampus khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, maka saya yang berdiri dipodium ini mewakili sahabat-sahabat semua khususnya di wilayah Sumatera dengan ini mendukung adanya Permendikbudristek No.30 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dilingkungan perguruan tinggi” tegas nya

Ini harus menjadi perhatian kita semua
“sebab banyak predator seksual yang bergerak leluasa dilingkungan kampus yang menyebabkan korban mengalami tekanan psikis serta mental. Oleh karena itu kekerasan seksual di lingkungan kampus sudah seharusnya menjadi perhatian serius bagi setiap perguruan tinggi” Lanjutnya

Penegasan Firmansyah disambut baik dan semakin kuat ketika diskusi musyawarah kerja berlangsung, bahwa seluruh pengurus wilayah SEMA PTKIN Se-Indonesia Wilayah Sumatera serta elemen-elemen perwakilan kampus PTKIN yang hadir pada MUSKERWIL sepakat dan siap mendukung serta mengawal Permendikbudristek No.30 Tahun 2021 dimasing-masing PTKIN yang ada di Sumatera.


Senada dengan itu Pengurus Pusat SEMA PTKIN Se-Indonesia Mukhlis Ardiyanto menyampaikan bahwa SEMUA sebagai organisasi yang punya fungsi legislasi harus ikut serta mengawal aturan aturan yang di buat dan memang itu bertentangan dengan aturan sebelumnya atau bahkan dengan Hukum yang ada.


“Maka dari itu selain punya wacana gerak untuk menjadi perwakilan organisasi yang pastinya punya fungsi legislasi,harus di barengi dengan kesadaran sebagai intelektual organik yang penuh kebebasan dalam berekspresi tanpa adanya kepentingan dengan sistem” Pungkasnya

 2 x baca,  2 x hari ini

  • Bagikan