PENTINGNYA BUDAYA LITERASI DIKALANGAN MAHASISWA. Oleh: Habib Sulthon Asnawi (Dosen IAIMNU Metro Lampung)

  • Bagikan
gambar : Ilustrasi

Bacalah apapun, karena jika tidak membaca apapun, maka kita tidak akan bisa menulis apapun”

Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung terus bergerak maju dalam upaya meningkatan keilmuan mahasiswa melalui menumbuhan budaya literasi dikalangan mahasiswa, salah satu upaya meningkatkan budaya literasi dikalangan mahasiswa adalah melalui pelatihan menulis.

Membudayakan literasi dikalangan mahasiswa mau tidak mau harus tetap terus dilakukan, sebagai penyeimbang predikat IAIMNU Metro sebagai PTNU TERBAIK se-Sumatera Versi Webometrics dan Sinta, bahkan terbaru IAIMNU Metro Lampung berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari Kementerian Agama (Anugerah Apresiasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam/ADIKTIS 2021 Katagori PTKIS Pemilik Jurna Terindeks Scopus).


Untuk sebagian kalangan mahasiswa, kata literasi masih sangat terdengar begitu asing. Literasi umumnya adalah kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah suatu cara untuk mengembangkan wawasan, daya nalar, pola pikir dan kekritisannya. Literasi juga seharusnya menjadi budaya yang harus hidup di tengah-tengah mahasiswa. Namun, budaya literasi kurang diminati dan digemari oleh kalangan mahasiwa bahkan belum di anggap sebagai suatu hal yang penting.

Bahkan sebagian mahasiswa aktivitas dan waktunya habis untuk kebiasaan seperti bermain gadget dan menonton tayangan televisi, juga lebih menyukai mengakses video streaming di Internet sampai berjam-jam ketimbang sekedar meluangkan waktu untuk menulis/membaca buku, artikel jurnal, berita ataupun, bahan bacaan buku lainnya.


Sebagai mahasiswa harus lebih sadar pentingnya mengembangkan budaya literasi untuk kehidupan mahasiswa di masa yang akan datang. Setidaknya kegiatan mengembangkan budaya literasi ini bukan hanya sebagai bekal ilmu akan tetapi juga sebagai kebiasaan, ketika kebiasaan literasi sudah menjadi budaya maka membaca dan menuIis juga akan menjadi hobi.

Mengembangkan budaya literasi dikalangan mahasiswa, merupakan kunci untuk mencerdaskan dan memajukan suatu bangsa. Pendidikan dan kemampuan literasi adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan sebagai mahasiswa.


Mengapa mahasiswa dituntut untuk mencintai dunia literasi? Karena mahasiswa memiliki peran mulia. Mahasiswa bukan hanya bertugas untuk berangkat ke kampus, kuliah dan pulang ke kos. Peran mahasiswa sebenarnya jauh lebih dari itu.

Tak hanya dalam kampus, peran mahasiswa dalam masyarakat pun begitu besar. Bahkan peran mahasiswa memiliki dampak besar bagi kemajuan bangsa dan negara.

Berikut ini peran mahasiswa yang begitu penting itu.

Pertama, Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan: Peran mahasiswa dalam masyarakat dikenal sebagai agent of change (agen perubahan). Mahasiswa merupakan penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Melalui pengetahuan, ide, dan keterampilan yang dimilikinya, mahasiswa bisa menjadi lokomotif kemajuan. Kata kunci dari agent of change adalah adanya tekad untuk bergerak menjadi lebih baik. Hal inilah yang seharusnya selalu ditanamkan para mahasiswa, yang abadi hanyalah perubahan, dan mahasiswa merupakan penggeraknya.

Kedua, Mahasiswa Investasi Masa Depan Bangsa: Mahasiswa adalah generasi harapan bangsa. Di pundak mahasiswa masa depan banga Indonesia ditentukan. Dengan memiliki mahasiswa yang berkualitas baik, maka masa depan bangsa pun akan lebih cerah. Dengan peran yang begitu penting ini, sudah seharusnya mahasiswa tahu dan sadar untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Setiap hari adalah waktu terbaik untuk selalu berusaha menjadikan diri sebagai pribadi yang lebih baik. Tidak ada kata menunggu, mahasiswa harus selalu siap menempa diri agar menjadi pribadi unggul. Intinya di pundak mahasiswaah kejayaan bangsa Indonesia di masa depan ini ditentukan.

 10 x baca,  2 x hari ini

  • Bagikan