MUDIK LEBARAN = GEMBIRA = SEJAHTERA. Oleh: Hj. Rita Rahmawati, S.E. M.M (Dosen IAIMNU Metro Lampung Indonesia)

  • Bagikan
Gambar: ilustrasi

Metro. Warta 26,- 29/04/2022

Mudik Lebaran adalah suatu tradisi yang selalu dilaksanakan di Indonesia setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan , dan mungkin akan menjadi tradisi yang abadi selama masih ada penduduk Indonesia yang beragama Islam.
Mudik Lebaran bagi penduduk Islam yang berada di perantauan adalah hal yang senantiasa menjadi impian. Maka tak heran mereka akan bekerja dengan giat untuk persiapan Mudik Lebaran semakin jauh tempat perantauan semakin semangat . Dengan membayangkan Wajah Ayah Bunda dan saudara-saudara di kampung halaman , sensasi Mudik menjadi sangat menawan untuk di perjuangkan.
Perjuangan untuk mudik itu sudah dimulai dari awal kehidupan di perantauan. Mulai dengan menabung saat bekerja, di belanjakan saat Ramadhan dan perjalanan pulang Mudik serta di bagi bagi saat berada dikampung halaman.
Secara Ekonomi perilaku pemudik dari perantauan tersebut sangat meningkatkkan kegiatan ekonomi secara mikro maupun ekonomi makro nasional Indonesia. Pemudik akan berbelanja minimal 4 etape. Pertama saat persipan Mudik di perantauan. Etape Kedua saat perjalan Pulang Mudik. Etape ke tiga adalah saat di Kampung halaman dan terakhir adalaha saat kembali ke perantauan.
Di mulai dengan Etape Pertama persiapan perjalanan mudik, yaitu makanan bekal selama perjalanan pakaian baru keluarga, jajan perjalanan, oleh-oleh untuk saudara di kampung , hingga kendaraan baru berupa motor baru dan mobil baru yang dibanggakan nanti di kampung .
Etape kedua Yang sangat jelas para Pemudik akan berbelanja bekal perjalanan pulang, dari sini mereka sudah menghidupkan perekonomian di sepanjang jalan yang dilewati. Yaitu pengusaha UMKM maupun perusahaan besar akan menerima uang pembelian mereka atas produknya yang dijual.
Etape ke tiga yaitu saat Sesampai di kampung Halaman, pemudik akan membagi-bagi oleh-oleh dan uang “Salam Tempel” untuk sanak saudara, sehingga mereka terutama anak anak akan sangat bahagia dengan uang “Salam Tempel” sehingga mereka akan selalu jajan mulai dari makanan hingga mainan.
Terakhir adalah Etape ke Empat saat Arus Balik , selama perjalan para Pemudik yang dengan hati bahagia , setelah bertemu sanak saudara akan pulang membawa berbagai oleh-oleh khas daerah masing-masing untuk kenang-kenangan , namun tak sedikit pula mereka membawa produk daerah asal untuk di jual lagi nanti sesampainya di perantauan untuk bisnisnya . Di sepanjang jalan pulang ke Perantauan Pemudik juga akan berbelanja akan memberi penghasilan UMKM dan usaha besar di sepanjang jalan pulang ke perantauan kembali.
Maka sangat benar bila tradisi Mudik akan langgeng dan memberi kenaikan kesejahtaraan Ekonomi bagi masyarakat muslim Indonesia secara Khusus dan masyarakat Indonesia yang secara mayoritas adalah Muslim dan karena umat Non juga Muslim bertoleransi serta ikut mendapat rejeki juga atas Mudik Lebaran ini. Dan sangat tepat bila seluruh rakyat Indonesia dan Pemerintah khususnya sangat memperhatikan Tradisi Mudik Lebaran ini.

Selamat Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, Selamat Mudik , Selamat Bahagia dan Sejahtera….Barokallah Aamiin.

 114 x baca,  2 x hari ini

  • Bagikan