IAIMNU METRO: Gelar Halal Bihalal

  • Bagikan
Foto Bersama acara halal bihalal

Seluruh sivitas Akademika IAIMNU Metro mengikuti Halal Bihalal yang di gelar diaula IAIMNU Metro 09/05/2022.

Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam NU Online menjelaskan bahwa memahami istilah Halal bihalal halal yang digagas oleh KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971) adalah:

Dari segi hukum fikih. Halal yang oleh para ulama dipertentangkan dengan kata haram, apabila diucapkan dalam konteks halal bihalal memberikan pesan bahwa mereka yang melakukannya akan terbebas dari dosa.

Dengan demikian, halal bihalal menurut tinjauan hukum fikih menjadikan sikap yang tadinya haram atau yang tadinya berdosa menjadi halal atau tidak berdosa lagi.

Ini tentu baru tercapai apabila persyaratan lain yang ditetapkan oleh hukum terpenuhi oleh pelaku halal bihalal, seperti secara lapang dada saling maaf-memaafkan.

Kesimpulannya adalah:

  1. bahwa maksud halal bihalal menuntut pelaku yang terlibat di dalamnya agar menyambung hubungan yang putus, mewujudkan keharmonisan dari sebuah konflik, dan berbuat baik secara berkelanjutan.
  2. Pesan yang berupaya diwujudkan Kiai Wahab Chasbullah melalui tradisi halal bihalal lebih dari sekadar saling memaafkan, tetapi mampu menciptakan kondisi di mana persatuan di antar-anak bangsa tercipta untuk peneguhan negara.
  3. Disamping itu halal bihalal ini identik dengan perayaan idul fitri. Sebagaimana kita ketahui bahwa tradisi nusantara setiap idul fitri selalu berkunjung saling meminta maaf baik kepada orang tua, saudara, sahabat dan handai taulan. Akan tetapi waktu dan aktifitas manusia terbatas maka dengan adanya halal bihalal ini sebagai solusi bagi siapa saja yang tidak sempat saling berkunjung.
  4. Oleh karena itu, halal bihalal lebih dari sekadar ritus keagamaan, tetapi juga kemanusiaan, kebangsaan, dan tradisi yang positif karena mewujudkan kemaslahatan bersama.

 216 x baca,  2 x hari ini

  • Bagikan