“HUTANG” VERSI MILENIAL

  • Bagikan
Gambar: Ilustrasi

Oleh: Rita Rahmawati, SE,MM. (Dosen Perbankkan Syari’ah IAIMNU Metro Lampung.

Metro.Warta26,- 18/12/2021.

Dalam masyarakat dahulu (tahun 70’an). Hutang merupakan hal yang dilakukan bila keadaan  karena keterpaksaan dan untuk memenuhi kebutuhan Utama  kehidupan. Hutang dilakukan Misalnya, untuk membayar kebutuhan pokok seperti makan – pendidikkan.  Dan ada rasa bahwa hutang menunjuk kan kemiskinan yang merupakan aib yang harus ditutup dan dihindari . Para Orang Tua Dan sekolah lebih menekankkan pada kegiatan menabung, karena menabung lebih mencitrakan kelebihan harta (uang, kekayaan).

Namun saat ini sudah terjadi perubahan cara pandang dan fungsi hutang, Orang takragu berhutang untuk membeli barang yang di kategori kan kemewahan, Wanita Dan Ibu- ibu tak ragu menghutang untuk sekedar beli tas, sepatu ,alat kecantikan branded (bermerk), demikian juga Para pria yang dengan mudah mengambil hutang untuk benda kemewahan seperti pakaian,  perhiasan (jam, pemantik rokok), sampai dengan sepeda mewah, Alasan mereka berhutang, adalah kebutuhan tersier yaitu kemewahan sosialita pergaulan.

 Jadi,  Hutang adalah sudah merupakan hal wajar dalam kehidupan sehari-hari. Saking sudah menjadi kebiasaan ,bukannya menjadi beban, namun hutang dipandang sebagai “Semangat untuk bekerja lebih giatlagi”.

Bahkan negara kita pun Indonesia Masih setia menyandang status sebagai negara penghutang. Namun hutang Indonesia, sangat berhubungan dengan keadaan Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, jumlah penduduk tinggi dan pendapatan masih rendah ,tentulah sangat dimaklumi bila harus berhutang untuk pembangunan negara.

Hutang dapat dilakukan semua pihak baik oleh negara atau pun oleh warga negara ataupun oleh masyarakat dimanapun dan kapanpun karena hutang saat ini bias dilakukkan secara off line atau pun online via internet, baik dalam  uang atau barang.

 Yang perlu diperhatikan ialah peruntukannya atau tujuannya, tujukan untuk membantu kegiatan agar lebih bermanfaat atau juga membantu kesulitan suatu kegiatan yang membutuhkan, sehingga akan meningkatkan produktivitas usaha dan kegiatan, bahkan hutang inipun menjadi sumber pendapatan bagi dunia perbankan dan Lembaga keuangan non bank yang memberikan pinjaman atau pembiayaan.

Tentulah semua hutang harus dibayar kembali Bersama bunga atau margin bagi hasilnya. Hal inilah yang harus diperhitungkan siapapun yang berhutang, apapun tujuan berhutang selama untuk hal-hal yang member manfaat, hutang silahkan dilakukan, jangan lupa untuk mengembalikan hutang tersebut bila sudah saatnya mengembalikan baik dengan bunga atau margin bagi hasil sesuai dengan kesepakatan dan peraturan yang berlaku.

Satu hal lagi untuk hutang di era milenial ini adalah hutang yang dapat dilakukan selama 24 jam melalui situs internet (Online), kehati-hatian dan literasi serta pemahaman masyarakat tentang mekanisme hutang On Line ( PINJOL) sangat diperlukan.

Demikian juga peran pemerintah untuk mengedukasi masyarakat dan menata serta menertibkan para pelaku usaha dalam hal ini perusahaan, sehingga hutang On line pun akan menjadi sarana produktif dan aman untuk meningkatkan kesejahteraan.

 2 x baca,  2 x hari ini

  • Bagikan