DOSEN FAKULTAS SYARI’AH IAIMNU: Tips Menemukan State of the Art dan Novelty dalam Proposal Penelitian.

  • Bagikan
suasanana pelatihan

Metro. Warta26-, Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIMNU Metro melakukan kegiatan penguatan akademik yaitu pelatihan tentang “Tips Menemukan State of the Art Novelty dalam Proposal Penelitian”. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 10-12 Oktober 2021 di ruang dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam.

Tujuan pelatihan ini adalah membuat proposal penelitian yang baik dan benar, sehingga hasil dari penelitian yang dilakukan dapat publish di Jurnal Internasional, sehingga untuk membuat proposal yang baik maka dibutuhkan novelty (kebaruan). 12/10/21

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IAIMNU Metro Lampung, dengan narasumber dari para dosen tersebut.

Habib Sulton, MH salah satu dosen Hukum Keluarga IAIMNU  dan juga pemateri dalam pelatihan itu, menuturkan bahwa Novelty merupakan unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian.

“ Penelitian dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan, Menemukan novelty dalam penulisan proposal penelitian bisa ditemukan melalui diskusi dengan supervisor (berdasarkan publikasi supervisor) atau dengan membaca literature review dan research focus” tegas Penulis buku “Runtuhnya Keadilan Perempuan” itu.

Ika Trisnawati,M.S.I  salah satu dosen Perbankkan Syari’ah IAIMNU  mengatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah novelty bukan dilihat dari hasil uji turnitin saja.

“Novelty suatu riset bisa diketahui dari keyword tulisan tersebut, selain itu bisa juga dari search keyword di mesin pencari, jika sudah banyak maka bukan hal yang baru”. Imbuhnya

Perlu dipahami bahwa novelty tidak hanya soal produk baru, bisa juga methodology bisa memperbarui produk.

“Sebuah pembaruan bisa diartikan sebagai informasi baru dimana peneliti merupakan orang pertama yang melakukannya (new theoretical derivatif), Kebaruan bisa dalam metodologi penelitian maupun masalah yang diteliti” tegas ika.

 2 x baca,  2 x hari ini

  • Bagikan